Selasa, 20 November 2012

Gunung Prancis, Tempat Paling Aman Saat Terjadi Kiamat


detail berita
Penelusuran representasi artistik dewa matahari suku Maya yang ditemukan di sisi utara dari Piramida Diablo di El Zotz, situs arkeologi Guatemala (Foto: MSN)
PARIS - Kalender suku Maya akan berakhir tepat pada 21 Desember 2012, menandakan akhir dari b'ak'tun ke 13 serta permulaan dari siklus baru. Sebagian kalangan mempercayai, di tanggal tersebut akan terjadi kiamat dan gunung Prancis merupakan tempat paling aman untuk berlindung.

Dilansir MSN, Senin (19/11/2012), ketakutan dari kalangan yang percaya terjadinya kiamat di 21 Desember 2012, menimbulkan rasa ingin tahu mereka untuk membanjiri puncak gunung Prancis. Sementara pemerintah setempat melarang mereka untuk mengakses gunung tersebut.

Menurut website Raw Story, wilayah gunung Pic de Bugarach, dirumorkan sebagai satu-satunya tempat di bumi yang paling aman mengantisipasi kiamat 21 Desember 2012. Padahal, seperti yang diketahui menurut suku Maya sendiri, tanggal tersebut bukanlah akhir dari dunia.

Dalam pemahaman New Age (Zaman Baru) dan subkultur online lainnya, para pemercaya kiamat 21 Desember 2012 ini mengharapkan sesuatu yang besar terjadi pada hari itu. Mereka memprediksi mulai dari kedamaian baru dan harmoni hingga ledakan dahsyat yang mengakibatkan berakhirnya dunia.

Rumor tidak berhenti disitu, dikabarkan di tanggal tersebut, gunung Pic de Bugarach sebagai tempat untuk mengungkap pesawat luar angkasa alien (asing), yang akan menyelematkan mereka yang percaya kiamat 21 Desember 2012.

Namun, inilah yang menjadi kekhawatiran pemerintah setempat. Sebagai respon, pemerintah akan memanggil 100 polisi dan pemadam kebakaran pada 21 Desember 2012 untuk menutup akses ke gunung.

"Kami memperkirakan beberapa visioner, beberapa orang yang percaya ini akhir dunia. Namun, dalam jumlah yang sangat terbatas. Kami menduga akan ada jumlah yang lebih besar dari orang-orang yang ingin tahu, tetapi kami tidak dapat menentukan jumlah tersebut. Di samping itu, kami memperkirakan ada banyak jurnalis (yang juga ikut ke gunung tersebut)," jelas pernyataan Eric Freysselinard dari pemerintah setempat.

0 komentar:

Posting Komentar